Bisnis.com, DENPASAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Pelabuhan Benoa memperkirakan sebanyak 5.919 orang mudik melalui Pelabuhan Benoa, Bali. Jumlah ini meningkat 10% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.
General Manager Pelabuhan Benoa Agung Mataram mengatakan bahwa adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang dari 28 Maret hingga 7 April 2025 serta penerapan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN mendorong peningkatan jumlah pemudik.
"Pemudik diprediksi meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penumpang tahun ini diperkirakan mencapai 5.919 orang," jelas Agung Mataram dari siaran pers, Kamis (27/3/2025).
Sebagai bagian dari persiapan, Pelindo Pelabuhan Benoa telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan penumpang di terminal domestik, termasuk perbaikan dan peningkatan fasilitas terminal, seperti ruang tunggu, toilet dan musala.
Memastikan petugas operasional untuk memberikan pelayanan optimal. Pemberian prioritas bagi kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Agung menyebut persiapan di seluruh terminal telah dilakukan secara optimal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Baca Juga
Dengan proyeksi peningkatan dibandingkan tahun lalu, Pelindo memastikan layanan dan fasilitas, menambah petugas, serta memperketat koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus penumpang.
Pelindo juga telah melakukan Koordinasi dengan BMKG, KSOP, dan otoritas pelayaran guna mengantisipasi kondisi cuaca selama arus mudik. Serta penyediaan posko Lebaran bersama stakeholder di Pelabuhan Benoa.
Selain kesiapan dari sisi pelayanan, dapat disampaikan bahwa arus mudik ini bertepatan juga dengan Hari Raya Nyepi sehingga dipastikan tidak ada kegiatan kapal saat Nyepi nanti atau pada 29 Maret 2025.
Selain itu pada musim mudik ini juga Pelabuhan Benoa masih menerima kunjungan Kapal Pesiar.