Bisnis.com, DENPASAR – Pemuka agama di Bali meminta semua lapisan masyarakat menjaga kedamaian Pulau Dewata dan tidak terprovokasi dengan aksi anarkis.
Setelah bertemu Gubernur Bali dan jajaran Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali mengeluarkan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Wakil Ketua MUI Provinsi Bali, KH. Syamsul Hadi.
Poin-poin imbauan FKUB kepada umat beragama di Bali antara lain:
1.Menolak segala bentuk demo anarkis di Tanah Gumi Bali yang dilakukan oleh massa dari luar daerah.
2.Mengajak masyarakat Bali tetap tenang, waspada, dan menjaga keamanan, ketentraman, serta kondusivitas, dengan peran aktif tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan pecalang di wilayah masing-masing.
3.Menghormati penyampaian aspirasi sebagai hak konstitusional, namun menekankan agar dilakukan dengan santun, berbudaya, dan tidak anarkis.
Baca Juga
4.Menegaskan pentingnya menjaga citra Bali sebagai tanah kelahiran bersama sekaligus destinasi wisata dunia yang baru pulih pasca pandemi.
5.Mendukung penuh TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan menindak tegas pelaku anarkis yang merusak citra Bali .
"Dengan dukungan penuh umat beragama dan pecalang, kami berharap situasi di Bali segera kondusif, meski di daerah lain masih terjadi demonstrasi. Keamanan dan ketenangan Bali adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Kyai Syamsul Huda.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan Presiden RI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah merespons situasi ini dengan bijak, serta mengarahkan kepala daerah untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing melalui koordinasi dengan Forkopimda dan komunikasi erat bersama tokoh umat beragama.
"Kemarin malam saat aksi berlangsung di beberapa titik, kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimda. Kami juga menerima perwakilan peserta demo, termasuk driver ojol dan BEM, yang telah berkomitmen tidak melanjutkan aksi. Karena itu, aksi anarkis yang terjadi diduga dilakukan oleh pihak luar yang datang ke Bali," ucap Koster.
Ia menegaskan bahwa aparat TNI dan Polri telah memperketat pengamanan di bandara dan pelabuhan agar tidak mengganggu aktivitas pariwisata.
Lebih lanjut, Gubernur Koster meminta seluruh pemuka agama untuk mengeluarkan imbauan kepada umat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Bali.
"Bali adalah destinasi wisata dunia. Kondisi tidak kondusif akan berdampak langsung pada citra dan perekonomian daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh umat beragama, majelis desa adat, dan pecalang untuk mengambil peran aktif menjaga kedamaian Bali," kata Koster.
Gubernur Koster juga mengumumkan bahwa pada Senin (1/9/2025), akan dilaksanakan apel pecalang di Lapangan Bajra Sandhi Renon sebagai bentuk kesiapan menjaga keamanan daerah.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat komitmen Pecalang yang ada di Bali untuk turut mengamankan Pulau Dewata sehingga tidak terjadi anarkisme.