Bisnis.com, DENPASAR - Animo wisatawan berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan selama libur Lebaran 2025 menurun 15% jika dibandingkan kunjungan pada momen Lebaran 2024.
Kepala Humas DTW Ulun Danu Beratan, Made Sukarata, menjelaskan rata-rata kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan mencapai 2.500-3.000 orang per hari.
Kunjungan ke Ulun Danu Beratan didominasi oleh kunjungan wisatawan domestik.
"Kalau dibandingkan dengan libur Lebaran 2025, ada penurunan sekitar 10%-15%," kata Made Sukarata saat dikonfirmasi Bisnis, Sabtu (5/6/2025).
Namun jika dibandingkan saat kondisi normal, kunjungan selama Lebaran meningkat 30%. Rata-rata kunjungan wisatawan di hari biasa sejumlah 2.000-2.500 per hari.
Di hari biasa jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara cukup berimbang. Dalam satu hari kunjungan wisatawan domestik bisa mencapai 1.300 orang per hari, sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.200 per hari.
Baca Juga
Mayoritas pengunjung domestik berasal dari rombongan pelajar atau mahasiswa dari luar Bali, selain itu juga dari rombongan gathering.
Sedangkan wisatawan mancanegara pasca pandemi masih didominasi dari India, diikuti oleh negara lainnya seperti China, dan negara-negara Eropa.
Menurut Sukarata kunjungan wisatawan dari China belum pulih seperti sebelum pandemi. Dia menyebut jika kunjungan dari China sudah pulih, jumlah wisatawan akan meningkat signifikan.
DTW Ulun Danu Beratan merupakan daya tarik wisata yang dikembangkan di atas Danau Beratan dan Pura Ulun Danu Beratan, di atas lokasi diyakini masyarakat sebagai sumber spiritual dan kehidupan masyarakat Bali.
Pura Ulun Danu Beratan telah ada sejak abad 17 masehi atau sekitar tahun 1634 Masehi.
Pura ini dibangun untuk tempat pemujaan Dewi Danu dan Dewa Wisnu yang sudah melimpahkan kesuburan bagi masyarakat Bali melalui Danau Beratan.
Pura Ulun Danu Beratan memiliki empat kompleks Pura, yaitu Pura Lingga Petan, Pelinggih Dewa Siwa, Pura Penataran Pucak Mangu, Pelinggih Dewa Wisnu, Pura Terate Bang, Pelinggih Dewa Brahma, Pura Dalem Purwa, Pelinggih Dewi Danu.
Danau dengan luas 375,6 hektar ini sejak zaman dahulu telah menjadi sumber air bagi pertanian, pariwisata hingga rumah tangga di 3 Kabupaten/Kota tersebut yang memiliki total luas lahan sawah mencapai 31.609 hektar dan 25.496 hektar lahan lahan perkebunan (data Pemprov Bali). Jenis tanaman yang dihasilkan sangat beragam mulai dari beras.
Kabupaten Tabanan yang memiliki lahan pertanian paling luas saat ini menjadi lumbung beras Pulau Dewata dengan total produksi beras mencapai 95.597 ton per tahun yang merupakan produksi tertinggi di Bali.