Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemprov NTB Undang Investasi Uni Emirat Arab di Sektor Unggulan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di sejumlah sektor unggulan.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal / Pemprov NTB
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal / Pemprov NTB

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di sejumlah sektor unggulan. 

Tawaran tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, saat menerima kunjungan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Husen Bagis.

Lalu Iqbal menjelaskan bahwa NTB memiliki potensi di berbagai sektor mulai dari tambang, pertanian, hingga peternakan. 

Lahan NTB yang luas, terutama di Pulau Sumbawa dan Lombok, sangat cocok untuk investasi pertanian komoditas unggulan yang bernilai tambah.

Di sektor pertambangan, Lalu Iqbal potensi investasi masih terbuka luas. Selain tambang emas baru di Batu Biru, ada juga tambang di kawasan Hu'u Kabupaten Dompu yang sedang dieksplorasi oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM). 

Menurut Lalu Iqbal, tambang Hu'u masih membutuhkan investasi untuk mempercepat proses eksploitasi sumber daya yang telah dieksplorasi selama satu dekade terakhir.

"Kalau pihak Dubai dan Abu Dhabi mau masuk, itu sudah siap. Dia (Tambang Hu'u) di Dompu itu sudah 10 tahun eksplorasi. Saya sudah meninjau ke sana, tinggal menunggu proses eksploitasinya," kata Iqbal dikutip dari siaran pers, Jumat (4/4/2025).

NTB juga sedang fokus melakukan hilirisasi dengan pembangunan smelter di Sumbawa Barat yang memproduksi tembaga dan asam sulfat, selain itu juga bisa memproduksi kabel dan pupuk.

Untuk memberikan rasa nyaman bagi para investor, Gubernur juga merencanakan pembentukan Perusahaan Daerah (Perusda) yang akan turut serta dalam menjaga investasi strategis di NTB.

"Setiap investor yang masuk, kami akan masuk juga sahamnya Pemda di situ, minoritas. Tujuannya adalah untuk memberikan assurance (jaminan) kepada investor bahwa pemerintah ada di situ. Jadi kami masuk minoritas. Di semua investasi-investasi yang bagus, yang besar kami akan masuk kecil-kecil. Jadi masalah sosial kami yang mengurus, masalah perizinan kami yang urus. Mereka tinggal berbisnis saja gitu," ujar Lalu Iqbal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper